Feeds:
Posts
Comments

Dua Direktur PT Jasa Marga (Persero) Tbk diganti dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada hari selasa, 29 April 2008 kemaren. Mereka adalah Direktur Operasi Ir. Sarwono Oetomo, MM yang mengundurkan diri beberapa waktu yang lalu digantikan oleh Ir. Aditiawarwan, MM dan Direktur SDM Ir. Akhmad Purwono. MBA yang diberhentikan dalam RUPS tersebut dan digantikan oleh Ir. Firmansjah, CES.

Berikut adalah berita lengkap yang dimuat oleh Harian Umum Media Indonesia yang terbit di Jakarta.

Selasa, 29 April 2008 17:49 WIB
Reporter : Silvia Wardini
JAKARTA–MI: Pendapatan PT Jasa Marga Tbk tahun 2007 meningkat 15% menjadi Rp2,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,3 triliun. Kenaikan ini terutama disebabkan adanya kenaikan tarif tol di 11 ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Jasa Marga di Jakarta, Selasa (29/4) menyebutkan, peningkatan jumlah arus lalu lintas sebesar 3,6% juga turut memengaruhi naiknya pendapatan. “Pada 2007 jumlah transaksi naik menjadi 860 juta kendaraan, tahun sebelumnya 829 juta kendaraan,” papar Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sunito dalam RUPS tersebut.
RUPS juga memutuskan pergantian dua direktur, yakni Direktur Operasi dari Ir. Sarwono Oetomo menjadi Ir. Adityawarman dan Direktur Sumber Daya Manusia dari Achmad Poerwono diserahkan kepada Ir. Firmansjah.
Peningkatan pendapatan Jasa Marga mendorong peningkatan laba operasi dari Rp819,5 miliar (2006) menjadi Rp1,02 triliun (2007). Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansjah menambahkan, peningkatan pendapatan juga mempengaruhi peningkatan marjin EBITDA dari 50% (2006) menjadi 52% (2007).
Selain itu, pelepasan 30% saham perseroan ke publik pada Novembr 2007 lalu berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp3,4 triliun. “Hasil IPO ini digunakan untuk membangun jalan tol Bogor Ring Road, Gempol-Pasuruan, dan Semarang-Solo,” paparnya.
Tahun 2007, Jasa Marga juga memenangkan dua tender proyek jalan tol yang menjadi bagian jalan tol lingkar luar jakarta (Jakarta Outer Ring Road II). Empat ruas tol lain yang akan dikerjakan Jasa Marga adalah Tol Bogor Ring Road (11 km), Gempol-Pasuruan (32 km), Semarang-Solo (76 km), Cengkareng-Kunciran (15,2 km), dan Kunciran-Serpong (11,2 km).
Tahun ini Jasa Marga mengalokasikan belanja modal sebesar Rp3,6 triliun. Sebanyak Rp1,1 triliun di antaranya akan digunakan utnuk mengembangkan jalan tol baru. Dana belanja modal itu diperoleh dari pinjaman bank karena saat ini Jasa Marga sudah memiliki komitmen pinjaman dari Bank Mandiri dan BRI hingga Rp7 triliun.
Untuk tahun 2008 hingga kuartal I, menurut Frans, jumlah transaksi kendaraan ditargetkan meningkat 5,2% dibandingkan kuartal I tahun lalu. “Peningkatan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan tol meningkat 39,9% dari Rp571 miliar menjadi Rp799 miliar,” ungkapnya.
Terkait kenaikan tarif tol Sedyatmo dan Jakarta-Cikampek yang tertunda, Frans mengatakan hal itu tidak akan memengaruhi pendapatan tahun ini. “Karena sebelumnya sudah diperhitungkan pendapatan dengan tertundanya kenaikan tarif tol,” ujar Frans.
Dalam kesempatan yang sama Komisaris Jasa Marga Sumaryanto Widayatin mengatakan persetujuan kenaikan tarif kedua ruas itu saat ini tinggal menunggu keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU).
Besaran kenaikan diperkirakan berkisar 11%-13% karena disesuaikan dengan besara inflasi selama dua tahun terakhir.
“Semestinya tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda tarif,” tuturnya. Apalagi Jasa Marga sudah melakukan segala upaya untuk meningkatkan SPM termasuk sosialisasi. “Jika tarif ditunda lagi bisa menimbulkan public image buruk,” papar Sumaryanto.
Beberapa waktu lalu pemerintah sudah memastikan kenaikan tarif dua ruas tol, Jakarta-Cikampek dan Sedyatmo, naik awal Maret tahun ini. (Slv)

Selasa, 07 Oktober 2008 19:26 WIB
Reporter : Silvia Wardini

JAKARTA–MI: Sebagian besar wilayah pesisir Jakarta diprediksi akan berada di bawah permukaan laut atau tenggelam pada 2025. Pengeksploitasian air tanah secara tidak terkendali menjadi salah satu penyebab utama hal tersebut.

Prediksi itu terungkap dalam Reuters Environment Summit di Jakarta, Selasa (7/10). Ketua Regional Program Air dan Sanitasi Bank Dunia Almud Weitz mengungkapkan, ekstraksi air tanah di Jakarta tidak paralel dengan bentuk kota itu sendiri. “Masyarakat menggali makin dalam untuk air, sehingga kota ini secara perlahan tenggelam,” ujarnya dalam kesempatan itu.

Jakarta merupakan salah satu kota berpenduduk terpadat di Asia, namun menurut para ahli, kota ini justru memiliki jaringan pipa air yang paling minim. Bahkan, semakin parah karena perumahan, gedung pusat perbelanjaan, serta gedung-gedung pencakarlangit pun menyedot air tanah untuk kebutuhan air. Hal itu pula, lanjutnya, yang menjadi alasan mengapa banjir pasang makin sering melanda wilayah-wilayah di bagian pesisir pantai.

Berdasarkan sejumlah penelitian, Jakarta saat ini memiliki kekurangan air bersih sebesar 36 juta meter kubik per tahun. Dari jumlah air yang ada, sebagian besarnya terkontaminasi tinja karena minimnya fasilitas septic tank.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta yang dikelilingi oleh 13 aliran sungai dan kanal, telah dilanda banjir besar yang dipicu oleh hujan tropis dan bertambahnya volume air laut. Konsultan Bank Dunia memprediksi, pada 2025 permukaan Jakarta setidaknya akan berada lebih rendah 60 cm dari yang ada sekarang.

Sejumlah faktor penyebabnya adalah tingginya pertumbuhan populasi, area padat perumahan, pembangunan infrastruktur, dan pengurangan area hijau dan tangkapan air. Bahkan, karena faktor-faktor tersebut, banjir Jakarta beberapa waktu lalu sempat memaksa Bandara Soekarno-Hatta tutup selama empat jam.

Ahli Meteorologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Armi Susandi mengatakan penurunan permukaan di kota besar per tahunnya mencapai 0,87 cm. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata naiknya permukaan air laut sebesar 0,5 cm per tahun sampai 2080.

Mengantisipasi banjir tahunan yang makin parah, pemerintah daerah Jakarta menyusun multi strategi termasuk melakukan pengerukan jaringan kanal yang sudah ada. Selain itu, juga membangun kanal-kanal senilai US$560 juta untuk mencegah Jakarta kebanjiran setiap tahun. “Dalam waktu dua atau tiga tahun ini kami akan mengeruk semua kanal, merevitalisasi kanal, dan membuat kanal-kanal baru,” ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Langkah pengerukan sungai, sesuai yang direncanakan, akan dapat mengurangi area banjir di Jakarta hingga 70%. Namun, daerah utara Jakarta tetap saja akan terkena dampak banjir.

“Pengerukan mungkin bisa mengembalikan siklus banjir Jakarta seperti dulu, 25 tahun sekali, tapi tetap harus ada tindakan segera untuk pengelolaan sampah,” tegas ahli infrastuktur Bank Dunia Indonesia Risyana Sukarma. (Slv/rtr/OL-01)

Penulis : Silvia Wardini (07/10/2008)
JAKARTA–MI: Dirjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Soeroyo Alimoeso mengatakan belum dapat memutuskan apakah akan ada penurunan tarif angkutan umum terkait turunnya harga BBM jenis premium mulai 1 Desember mendatang.

Menurutnya, Dephub perlu mengkaji  dan mendiskusikan hal ini terlebih dahulu dengan Organda. “Akan saya konfirmasikan dulu dengan Organda, apakah penurunan itu memiliki dampak langsung dengan biaya operasi,” ujarnya di Jakarta, Jumat (7/11).

Jika memang berdampak, sambungnya, akan dihitung berapa besarannya terhadap total biaya operasi. Penghitungan juga akan mempertimbangkan harga-harga suku cadang kendaraan termasuk perawatan. “Lagipula kan pelaksanaannya masih bulan depan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Organda Murphy Hutagalung telah menegaskan bahwa tarif angkutan umum tidak mungkin turun hanya karena turunnya harga BBM sebesar Rp500. “Karena tidak semua menggunakan premium, lagipula harga suku cadang terlanjur meningkat tinggi, ini juga memicu biaya operasional,” ujarnya.

Menurutnya, tarif angkutan umum dapat saja diturunkan jika pemerintah memberlakukan penetapan harga BBM berbeda antara angkutan umum dan angkutan pribadi. “Kalau ada subsidi khusus untuk angkutan umum, mungkin tarif dapat ditekan,” jelasnya.

Saat ini, dari total biaya operasional yang mesti dikeluarkan, biaya untuk BBM mencapai 30%, sisanya adalah untuk perawatan, pembelian suku cadang, serta retribusi atau pungutan yang hingga kini jumlahnya masih sangat membebani pengusaha angkutan. (Slv)

SBY Ngamuk….(?)

Presiden Dilecehkan Kepala Daerah Tingkat II

JAKARTA (MI) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marah kepada Bupati, Walikota, dan Ketua DPRD Tingkat II, peserta Forum Konsolidasi Pimpinan Daerah Bupati, Walikota, dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota Angkatan II Tahun 2008, yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional.

Kemarahan itu dipicu oleh adanya salah satu peserta yang ketahuan tidur ketika presiden sedang memberikan pembekalan kepada peserta Forum Konsolidasi Pimpinan Daerah Bupati, Walikota, dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota Angkatan II Tahun 2008 di Gedung Lemhannas Jakarta, kemarin. Presiden memberikan pengarahan kepada 86 peserta forum konsolidasi angkatan II yang mengikuti program selama lima minggu sejak 4 Maret 2008 hingga 9 April 2008. Hadir dalam pembekalan itu juga 53 peserta forum konsolidasi angkatan I. Selain itu, hadir juga para menteri anggota kabinet Indonesia Bersatu. Sebelum kemarahan presiden keluar, presiden sedang menjelaskan paparannya mengenai sidang paripurna kabinet yang dipimpinnya Senin (7/4).

Presiden juga mengulangi hal yang sama kepada peserta forum konsolidasi, presiden juga meminta para kepala daerah tingkat II untuk mengubah krisis menjadi peluang. “Mestinya muncul dalam tekad kita, Indonesia bisa swasembada pangan. Daerah harus punya tekad untuk menambah produksi dan produktivitas dengan program intensifikasi. Bangsa kita juga masih boros energi. Padahal bangsa ini semakin bermasalah dalam penyediaan energi,” kata presiden. Tapi, sekonyong-konyong, presiden marah karena melihat peserta yang tidur. Presiden pun meminta agar peserta di sebelah orang yang tidur itu untuk membangunkan. “Kalau tidur diluar saja. Bagaimana bisa memimpin rakyat kalau di ruangan ini tidur. Malu pada rakyat, dipilih rakyat malah tidur. Jangan main-main dengan tanggungjawab. Berdosa, bersalah pada rakyat. kepemimpinan berangkat dari diri kita,” kata presiden sambil menggebrak podium tempatnya berpidato.

Presiden pun meminta Lemhannas tidak meluluskan peserta yang tidur itu. Menurutnya, Lemhannas sebagai lembaga harus bisa meluruskan kepribadian yang jelek. Walaupun seseorang itu pintar, tapi bila kepribadiannya jelek maka tetap menjadi racun bagi masyarakat. “Jangan diluluskan. Biar rakyat tahu, dia tidak lulus bukan karena tidak pandai tapi karena kepribadiannya jelek,” cetus presiden. Setelah presiden meninggalkan gedung Lemhannas, Gubernur Lemhannas Muladi mengakui ada peserta yang tidur. “Iya. Gak bener itu,” cetus Muladi. Tapi, tambahnya, presiden pun marah hanya sepintas dan tidak berlanjut. Sehingga tidak perlu ada peserta yang mendapat cap tidak lulus. “Manusiawilah. orang ngantuk, mungkin sakit. Mungkin keluyuran tadi malam. Tapi itu memang tidak boleh. Sudah diperingatkan tidak boleh tidur, sms (pesan singkat). Namanya kecelakaan,” ujar Muladi.

Dia mengakui, kalau tidur ketika mendengarkan presiden pidato adalah sebuah pelecehan. Tapi, hal itu tidak sekali ini terjadi. Ketika Wapres Jusuf Kalla memberikan pembekalan pun ada yang tertidur. “Tapi, teguran itu cukup keras. Seorang presiden menegur di depan umum itu sudah merupakan sanksi sosial yang luar biasa. Nanti kita panggil secara khusus,” ungkap Muladi. Dia menjelaskan, acara pembekalan yang dilakukan cukup padat jadwalnya. “Tiap hari dari pagi sampai sore,” tegas Muladi.

ITENAS? Hmmm…..

Sebenarnya saya sudah lulus kuliah sejak hampir tiga tahun yang lalu, tapi entah kenapa setiap ada orang yang bertanya ‘lulusan mana?’, dan kemudian pertanyaan itu saya jawab, orang-orang itu pasti langsung menyunggingkan senyum aneh hanya dalam beberapa detik jawaban itu saya lontarkan.

Memang betul, saya dulu kuliah di Institut Teknologi Nasional atau yang lebih dikenal dengan nama ITENAS, di Bandung. See…mengerti sekarang maksud saya apa?

Saya dulu kuliah di Jurusan Teknik Industri, tepatnya saya masuk pada tahun angkatan 1999. Yup…saat adanya kehebohan itu saya sedang menjalani perkuliahan tingkat dua, sekitar pertengahan 2001. Kalau perlu diingatkan kembali, saat itu tiba-tiba saja seluruh Indonesia dikejutkan dengan munculnya adegan percintaan tidak senonoh yang dalam sekejap mata menyebar luas dalam bentuk vcd. Pemerannya tak lain tak bukan adalah rekan se-ITENAS saya -yang untungnya tidak saya kenal sama sekali meskipun satu angkatan- berinisial A, dan pasangannya dalam adegan tersebut yaitu seorang mahasiswi Universitas Padjajaran (UNPAD) berinisial N.  Mereka mengabadikan adegan percintaan mereka secara dengan sangat lengkap dengan menggunakan kamera video. Bahkan saking lengkapnya, si A dalam rekaman itu masih menggunakan kaos seragam basket kampus saya, berwarna kuning. Kemudian, dengan alasan agar ada kenang-kenangan yang bisa disimpan untuk mengenang hubungan mereka, si A lalu mencoba memindahkan hasil rekaman itu ke dalam sebuah vcd. Konon, -seperti kabar yang cepat berhembus kala itu-, si pemindah rekaman yang dibayar A justru memperbanyak rekaman itu layaknya sebuah video bajakan. Sontak saja dalam hitungan hari hampir semua penjaja vcd di Bandung dan sekitarnya, dengan sangat antusias menawarkan rekaman itu kepada siapapun pembeli vcd yang menghampiri mereka. Bukannya melebih-lebihkan, tapi rasanya, dan seingatku, ketenaran film mereka saat itu mungkin bisa mengalahkan film-film yang lagi box office pada masanya.  Video mereka itu akhirnya lebih dikenal dengan sebutan ITENAS 2001 atau ITENAS 01.
Bukan maksud hati mau membahas kronologis film itu secara panjang lebar. Yang mau saya bahas di sini adalah; dampak kasus film itu terhadap kehidupanku di dunia nyata ini, dunia luar kampus. Sekarang ini saya penasaran, sindrom ini cuma saya yang merasakan, atau rekan-rekan alumni yang lain juga?

Begini, waktu saya melamar pekerjaan -dan ada puluhan jumlahnya-, ada sejumlah lamaran saya yang lolos dan akhirnya dipanggil untuk wawancara. Secara prosentase bisa saya gambarkan, untuk seluruh wawancara yang saya lakukan di Jakarta, atau 100% nya, langsung membahas dengan spontan tentang hubungan A&N, sesaat setelah saya menjawab ’saya lulusan ITENAS’.  Padahal kalau saya perhatikan, para user pewawancara itu pada awalnya sudah bersusah payah memasang wajah garang atau sok berwibawa. Tapi…kewibawaan itu langsung luluh ketika perbincangan mengenai video mesum itu menyeruak ke dalam pembicaraan. Hmm…mungkin itu salah satu dampak positif yang bisa saya terima akibat perbuatan A&N. Secara luar biasa perbincangan tentang mereka bisa mencairkan suasana tegang dan kaku saat saya berada dalam ruangan wawancara. Dan entah secara kebetulan atau tidak, semua wawancara yang saya lakukan di Bandung -yang notabene tidak terlalu antusias membahas ITENAS 2001 karena mungkin mereka sudah sangat ngelotok membahasnya-  gagal, alias hanya sampai tahap wawancara. Sedangkan wawancara yang saya lakukan di Jakarta, hampir semuanya lolos, dan terbukti saat ini saya bekerja di salah satu Media besar nasional. Apa itu karena A&N,…ya entahlah.

Itu baru permasalahan -atau keberuntungan- pertama karena video ITENAS 2001.  Setelah memasuki masa-masa bekerja sebagai seorang wartawan sebuah media cetak, mau tak mau saya tentu sangat banyak bertemu orang-orang asing, yang tentu saja ketika baru bertemu berbasa basi menanyakan asal usul, dan sebagainya. Pertanyaan pertama mereka biasanya ‘latar belakang kuliahnya dulu memang jurnalistik?’, lalu saya jawab, ‘bukan, saya dari Teknik Industri’. Kemudian pertanyaan kedua adalah ‘kok nyasar bisa jadi wartawan?’, lalu saya jawab, ‘ini memang hobi saya’. Dan tentu saja pertanyaan ketiga mereka adalah ‘dulu kuliah di mana?’, pastinya saya jawab ‘ITENAS, Bandung’. And I’m sure you know what happened next.. Keberuntungan yang saya peroleh di sini, biasanya siapapun itu, baik narasumber ataupun teman-teman yang satu peliputan, bisa langsung mengingat saya dengan mudahnya. Ketika di lain waktu kami bertemu lagi, dia akan langsung menghampiri saya dan bilang ‘Hai..Chippy yang dari ITENAS kan?’. Mereka bahkan bukan menyebutkan tempat mediaku bekerja di urutan pertama, melainkan kampusku. Yah..setidaknya berkat ITENAS 2001, saya jadi lebih gampang diingat.

Nah yang berikut ini adalah cerita sedih dan prihatinku akibat perbuatan A&N. Saya dulu kebetulan aktif di Senat Mahasiswa, Unit-unit ekstrakurikuler, dan segudang kegiatan mahasiswa lainnya. Saat awal-awal saya menginjakkan kaki di Jakarta untuk menimba pengalaman lewat pekerjaan baruku waktu itu, tentu wajar kalau saya mencoba mencari tahu apa kabar terbaru  dari kampusku tersayang dan kegiatan-kegiatannya. Untuk zaman modern seperti sekarang ini, cara tercanggih dan tercepat waktu itu saya coba buka Google, dan kemudian mencari kabar terbaru kampus dengan key word yang saya masukkan ITENAS. Hanya ITENAS. Dan tahukah apa yang pertama kali muncul di urutan hasil pencarian Google tersebut? Yep..situs-situs tentang film-film bokep Indonesia, ‘ITENAS 2001 ada di sini!’ demikian bunyi situs iklan film bokep itu. Penasaran, eh bukan, saya terus berjuang mencari kabar, saya pindahkan Google ke pencarian gambar. Weu…!!! Lagi-lagi di urutan pertama, gambar A&N muncul, tentu saja bukan sekadar foto berdua dengan senyum manis, tapi hasil gambar pencarian Google itu menampilkan gambar salah satu adegan mereka di video ITENAS 2001. Yukhs…bukankah itu menyedihkan? Padahal ITENAS punya situs sendiri yaitu www.itenas.ac.id, tapi kenapa gambar mereka bisa mengelabui pencarian Google? Aneh.. Yang membuat saya malu, ketika gambar itu muncul di layar komputer saya -saat itu saya sedang di kantor-, ternyata redaktur yang kebetulan sedang lewat di belakang saya melihat gambar itu. Kontan saja ia terpingkal-pingkal dan heboh mengatakan ke semua orang yang ada di dekat saya saat itu ‘Woei…Chippy liat gambarnya serem amat…’.  Bukankah itu mengerikan?

Yah..tapi bagaimanapun juga, itu kan hasil kreativitas masing-masing orang. Buktinya, sekarang banyak sekali kampus-kampus bahkan sekolah yang mulai mencoba-coba membuat film yang sama. Hehe…ternyata ITENAS bisa juga menjadi pionir alias pelopor sebagai produser film box office yang mantap abisss….!

Restu Surga

Takkan ada nafas ini, tanpa peluh kasihmu dan darahmu saat kau hantarkan aku ke dunia

Takkan sampai ku di sini, dalam jejak kisahku, tanpa usaha dan doa serta tulus cintamu

Mama..restu surgaku, di telapak kakimu

Mama..belai dan tangismu, damaikan dunia

Takkan ada dirinya tanpa sambutmu, takkan ada hari ini, tanpa doa restumu

Tuhan..ku mohonkan surga terbaik untuknya

Tuhan..ku mohonkan bahagia untuknya..

*Ini lagu yang diciptakan dan direncanakan untuk dibacakan saat akad nikah nanti. Is it good?

Dunia (yang) Basi…

Layaknya makanan yang sudah basi,..berbau, berjamur, asam, tidak enak, dan tentunya tidak enak lagi untuk dimakan karena bisa membuat anda sakit perut.

Dunia basi yang saya maksud mungkin memang seperti itu.. Yaa sedikit berbeda mungkin. Karena di dunia basi, mau tidak mau kita harus tinggal di atasnya, meskipun membuat kita sakit perut. Kita harus tahan dengan bau menyengat yang muncul dari kelakuan orang-orang sekitar, yang terkadang membuat kita ingin segera menjauh dari dunia basi.

Tapi yang membedakan dunia basi dari makanan basi adalah.. Dunia basi tahu kapan harus menguasai kita, sehingga kita tidak bisa lari dari dunia basi. Sekalipun Tuhan mengizinkannya….

Hidup di dunia memang tidak selalu se-sempurna yang kita inginkan..Terkadang dunia yang kita impikan sudah terlanjur basi…

Menghitung hari…

Menghitung hari..

bukan berarti aku sedang mengingat lagunya Krisdayanti.

Hanya tinggal dalam hitungan hari aku bakal sudah hidup dengan orang lain, yang saat ini bukan siapa-siapa buatku. Maksudnya, selama ini di rumahku cuma ada Papa, Mama, dan dua adik laki-lakiku. Tapi dalam beberapa minggu ke depan aku sepertinya akan tinggal dengan laki-laki lain yang selama ini belum pernah mengisi hari-hari secara utuh dalam hidupku.

Well, yup.. aku memutuskan untuk mengakhiri masa lajangku sekitar awal Juli nanti. Dia memang sudah aku kenal sejak empat tahun lalu. Empat tahun pula kita jalan bareng, sampai akhirnya aku dan dia sama-sama punya keberanian untuk mengakhiri hubungan yang aneh ini. (Hubungan yang aneh karena dia bukan siapa-siapa, bukan saudara atau pun keluargaku, tapi kita saling takut kehilangan, bukankah itu aneh?). Akhirnya sekitar enam bulan yang lalu dia memberanikan diri -dengan seluruh kekuatannya aku rasa, karena waktu itu aku lihat dia gemetar dan berkeringat walaupun cuaca sedang dingin- menghadap pemilikku di dunia (my ma & pa), meminta izin untuk meminangku. Ha,,ha,,aku rasanya ingin tertawa sepuasnya waktu itu, selama ini tidak pernah terbayangkan dia bisa mengatakan hal seperti itu. Dia kan laki-laki yang aneh, bahkan terkesan misterius…hmm

Akhirnya hubungan yang aneh ini akan segera diakhiri. Dalam hitungan beberapa hari ke depan. Jadi kita punya alasan kenapa kita saling takut kehilangan, selalu saling memberi perhatian lebih dari pada ke orang lain, dan tentu saja selalu ingin dia menjadi yang terbaik buatku.

Sampai saat ini aku masih belum bisa membayangkan, apa nanti aku bisa menerima dia apa adanya? Apa nanti dia bisa menerima kalau aku tiap pagi memutar lagu-lagunya Dream Theater sekeras-kerasnya? (sampai sekarang kebiasaan itu belum bisa hilang). Iya betul, kalau ketika bangun pagi aku belum mendengarkan Jordan Rudess membolak-balik nada dengan jarinya, sama saja rasanya dengan belum mandi. Menurutku cuma lagu-lagu mereka yang bisa bikin aku langsung melek dan segar kalau bangun pagi. Apalagi Stream of Consciousness -nya yang di Train of Thought, atau Erotomania-nya. Huhuhu…mungkin dia akan pusing dengar lagu-lagu seperti itu. Sebab yang dia suka cuma Pearl Jam. Sedangkan aku, kalau lihat Eddie Vedder rasanya tidak ada chemistry yang sama dengan kalau aku lihat Mike Portnoy. Pokoknya mereka (Dream Theater) top abis..

Itu baru persoalan di bidang musik, belum yang lainnya. Bukankah itu mengerikan?

Hehe..tinggal menghitung hari…

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

« Newer Posts