Menghitung hari..
bukan berarti aku sedang mengingat lagunya Krisdayanti.
Hanya tinggal dalam hitungan hari aku bakal sudah hidup dengan orang lain, yang saat ini bukan siapa-siapa buatku. Maksudnya, selama ini di rumahku cuma ada Papa, Mama, dan dua adik laki-lakiku. Tapi dalam beberapa minggu ke depan aku sepertinya akan tinggal dengan laki-laki lain yang selama ini belum pernah mengisi hari-hari secara utuh dalam hidupku.
Well, yup.. aku memutuskan untuk mengakhiri masa lajangku sekitar awal Juli nanti. Dia memang sudah aku kenal sejak empat tahun lalu. Empat tahun pula kita jalan bareng, sampai akhirnya aku dan dia sama-sama punya keberanian untuk mengakhiri hubungan yang aneh ini. (Hubungan yang aneh karena dia bukan siapa-siapa, bukan saudara atau pun keluargaku, tapi kita saling takut kehilangan, bukankah itu aneh?). Akhirnya sekitar enam bulan yang lalu dia memberanikan diri -dengan seluruh kekuatannya aku rasa, karena waktu itu aku lihat dia gemetar dan berkeringat walaupun cuaca sedang dingin- menghadap pemilikku di dunia (my ma & pa), meminta izin untuk meminangku. Ha,,ha,,aku rasanya ingin tertawa sepuasnya waktu itu, selama ini tidak pernah terbayangkan dia bisa mengatakan hal seperti itu. Dia kan laki-laki yang aneh, bahkan terkesan misterius…hmm
Akhirnya hubungan yang aneh ini akan segera diakhiri. Dalam hitungan beberapa hari ke depan. Jadi kita punya alasan kenapa kita saling takut kehilangan, selalu saling memberi perhatian lebih dari pada ke orang lain, dan tentu saja selalu ingin dia menjadi yang terbaik buatku.
Sampai saat ini aku masih belum bisa membayangkan, apa nanti aku bisa menerima dia apa adanya? Apa nanti dia bisa menerima kalau aku tiap pagi memutar lagu-lagunya Dream Theater sekeras-kerasnya? (sampai sekarang kebiasaan itu belum bisa hilang). Iya betul, kalau ketika bangun pagi aku belum mendengarkan Jordan Rudess membolak-balik nada dengan jarinya, sama saja rasanya dengan belum mandi. Menurutku cuma lagu-lagu mereka yang bisa bikin aku langsung melek dan segar kalau bangun pagi. Apalagi Stream of Consciousness -nya yang di Train of Thought, atau Erotomania-nya. Huhuhu…mungkin dia akan pusing dengar lagu-lagu seperti itu. Sebab yang dia suka cuma Pearl Jam. Sedangkan aku, kalau lihat Eddie Vedder rasanya tidak ada chemistry yang sama dengan kalau aku lihat Mike Portnoy. Pokoknya mereka (Dream Theater) top abis..
Itu baru persoalan di bidang musik, belum yang lainnya. Bukankah itu mengerikan?
Hehe..tinggal menghitung hari…
Jangan terima dia apa adanya, tapi terimalah dia ada apanya. Selamat menyongsong perbedaan.
hmm…kabar buruk nih buat semua penggemar km di mi…including myself…heh…
u’re an oasis in the desert..halah.. gak boleh lg deh curi-curi pandang…
but anyway…semoga langgeng dan berbahagia…